All That the Nature Shows Me

This is all about what the nature teaches me, through people, nature itself or consciousness.

Doa

 Jika kamu benar-benar percaya keberadaan-Nya dan berserah pada alur-Nya, bukankah satu-satunya doa yang perlu dipanjatkan hanyalah syukur?


Bandung, 07:48 22012024

Pencarian

Pencarian diri adalah perjalanan terpanjang untuk sesuatu yang paling dekat. Rutenya memutar di hal yang itu-itu lagi. Kalau berhasil di putaran sebelumnya, kamu melewati  putaran selanjutnya dengan rasa yang lebih dalam. 

Bayangkan kue yang berlapis-lapis layaknya lapis malang. Hanya saja tinggi kuenya tak terhingga. Kamu boleh mencicipi kue tersebut. Dimulai dengan sendok kecil yang hanya mampu menyendok bagian atasnya saja. Di putaran selanjutnya, jika berhasil mendapatkan sendok yang lebih besar, kamu menyendok lapisan yang lebih banyak.

Akankah cukup umurku untuk mencoba semua lapisan kue tersebut?

Bandung, 3:11 am 21012024


Fear

 I've been hungry and broke

I've been lonely

I've been neglected

I've tried to die

What else should I fear in this life?


Jun '23

Free mediocre man

I was promised a bright future. They said I was brilliant. I was young and I believed that I' d go places. But here I am, not more than a mediocre whose life just to survive. 

I knew "survival of the fittest" rule. I didn't know that fitting in can cost your integrity and sanity, and even yourself. I don't want to fit in any longer. Here I am, still surviving but gaining my freedom a little bit more and hoping to get back to my true self.

Jun'23

Menempatkan (Kembali) Cahaya Pada Tempatnya

 Beruntung tahun ini saya bisa merayakan Nyepi di Bali. Banyak hal dari pengalaman ini yang sulit untuk diceritakan. Salah satu yang paling bekesan yang semoga mampu saya jabarkan sekarang adalah tentang hubungan kita dengan cahaya.



Sejak penggunaan bola lampu masal, manusia secara tidak sengaja juga mengubah ritme badan yang awalnya selaras dengan terbit dan tenggelamnya matahari, menjadi lebih bervariasi sehingga banyak aktifitas malam yang bukan berhubungan dengan istirahat. Kita bangga mampu melepaskan ketergantungan cahaya matahari dan obor untuk bisa tetap beraktifitas di malam hari.

Padahal kelenjar pineal yang berfungsi mengahasilkan melatonin untuk dapat tertidur, sangat sensitif dengan keberadaan cahaya. Badan kita pun kadang tertipu mengira bahwa hari masih muda sehingga belum perlu untuk beristirahat tidur. Kekurangan melatonin ini pula yang menyebabkan insomnia. Tidak perlu membahas pineal yang konon merupakan mata ketiga. Ketidakmampuan tidur dengan baik dan benar pun sudah merupakan satu masalah sendiri bagi manusia yang kabarnya modern ini.


Polusi cahaya pun membuat kita berpaling dari benda benda jauh di langit yang dengan melihatnya membuat kita merasa kecil dan merasa menjadi bagian dari sesuatu yang maha besar. Alih alih melihat langit yang jauh, kita terbiasa melihat dengan bantuan sinar lampu untuk sesuatu yang dekat. Bahkan kini, ketergantungan ponsel pintar memindahkan cahaya jadi sangat sangat dekat dengan mata. Memindahkan pandangan kita yg jauh dan bersemesta menjadi dekat dan bersendiri.


Nyepi memberikan kesempatan untuk merasakan gelap pekat yang menyelimuti sehingga kita mampu melihat ke atas. Menikmati hamparan langit yang bertabur bintang. Merasakan kembali kecilnya bumi dan manusia. Merasakan kembali besar dan megahnya semesta dan kita merupakan bagianNya. Menempatkan kembali cahaya pada tempatnya. Sebagai penunjuk dan pengingat. Bukan pelarian dan pengaburan. 


Cahaya yang tepat selalu ada di sana. Hanya perlu memadamkan ego sesekali untuk bisa melihat lebih luas.



Alive

I was begging God to feel alive

Isn’t the purpose of life to live?

Yet I was a dead man inside a breathing body


I felt so hollow

Then God gave me sorrow

Why You poured so much pain in the hole?


Then God smile with open arms

Oh I can see it, I feel the warmth


Oct 2022

Alone

 You were born alone

Gonna die alone

Why bother avoiding loneliness when you live


Aug 22

Jagung Pendek Jagung Tinggi

 


Salah satu hal menyenangkan dari berkebun adalah kegiatan observasi dan eksperimen. Memperhatikan bagaimana tanaman bertumbuh setiap hari, bagaimana respon mereka saat hari sedang terik, saat lupa disiram, saat hari dilanda hujan deras. Lalu kemudian bereksperimen dengan memindah posisi tanaman sehingga paparan sinar mataharinya berbeda. Bereksperimen dengan jumlah air yang diberikan. Pruning atau tidak pruning. Selalu ada hal menarik yang ditunjukkan oleh tanaman. Salah satunya adalah ketika jagung yang disemai bersamaan namun ditempatkan di area yang mendapatkan paparan matahari yang berbeda.

Sebetulnya ini bukan eksperimen terencana. Karena lahan depan rumah kami tidak terlalu luas sehingga ketika orangtua berkunjung, area yang biasanya ditaruh tanaman kami jadikan tempat parkir. Tanaman-tanaman dalam pot dipindahkan ke area pojok. Dengan tidak sengaja tanaman jagung yang ditanam di pot berbeda, diletakkan dengan posisi berjauhan. Satu pot mendapatkan sinar matahari lebih banyak dari yang lainnya.

Setelah sekian lama, akhirnya saya kembali memindahkan pot-pot tanaman yang membutuhkan matahari banyak, ke area full-sun. Kemudian saya baru menyadari bahwa tanaman jagung yang mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak, tumbuh lebih tinggi. 


Karena merawat tanaman itu seperti merawat anak, saya teringat bahwa hal ini mirip dengan bagaimana orang tua yang memberikan akses terhadap hal yang membuat anak berkembang. Dua anak yag memiliki potensi sama, tapi memiliki akses yang lebih mudah untuk berkembang akan menghasilkan dua pribadi yang berbeda. 

Tugas orang tua adalah mengenali kebutuhan anak akan sumberdaya. Karena sumberdaya berlebih pun akan buruk, bahkan bisa merusak alih-alih membuat anak berkembang. Seperti tanaman yang berkembang dengan di tempat yang tidak terlalu banyak matahari, jika diberikan terlalu banyak cahaya matahari justru akan kering dan mati.

Orang tua bukan bertugas sebagai cahaya matahari atau air atau sumber daya lainnya. Orang tua bertugas seperti tukang kebun, membiarkan tanaman mendapatkan akses terhadap sumber daya sesuai kebutuhan. Dan membiarkannya berkembang dengan optimal dengan memanfaatkan sumber daya tersebut.

Semoga saya mampu mengenali kebutuhan sumber daya tanaman-tanaman dan anak-anak, agar bisa menjadi tukang kebun dan juga orang tua.


Sept, 2021


Terpenjara

 Cinta memerdekakan jiwa

Menyadarkan kita sama

Tak berjarak, tak bersekat


Namun tubuh mengenal rindu

Memenjarakan pilu

Kaupun berjarak dan bersekat


Sept, 2021


Dewa Siwa Menjelma Kompos

 

 Salah satu langkah kecil yang saya lakukan untuk mulai memahami dan mewujudkan mimpi berkebun adalah belajar membuat kompos dari sampah organik rumah tangga. Tanpa bermodalkan pengalaman apa-apa saya coba mengikuti kursus online dan mulai membuat kompos kering dengan double-box. Kompos yang seharusnya bisa jadi dalam 18 hari jadi membutuhkan waktu sebulan lebih karena karena saya tidak tahan melihat belatung, saya hanya mampu mengaduk sesekali saja sehingga prosesnya lebih lama. Seperti halnya kegiatan berkebun lainnya, mengkompos ini memberikan pengajaran dan pengalaman spiritual. Saya tiba-tiba melihat Siwa menjelma pada kompos.

Dulu saya tidak pernah paham, mengapa orang mengagungkan dewa kehancuran. Dewa yang meleburkan. Membuat kekacauan. Pemahaman saya yang dangkal dan tebatas pada saat itu hanya mampu melihat bahwa kekacauan dan kehancuran hanya membuat kesakitan dan penderitaan. ‘Mengapa mengagungkan penderitaan’, saya membatin.

Selama mengkompos, saya melihat sampah organik mulai membusuk, bau dan menjijikan. Hal ini mengundang berbagai makhluk seperti belatung hingga ribuan (atau bahkan jutaan) mikroba untuk menghancurkan, membusukkan lalu mengurai sampah-sampah tersebut menjadi nutrisi penting bagi tanah. Setelah proses kompos selesai, beberapa makhluk inipun ikut mati dan menjadi bagian kompos. Kompos, emas hitam yang sangat bernilai karena menyuburkan sumber kehidupan lainnya. Siwa berproses pada pengomposan.

Menghancurkan, meleburkan, membuat sesuatu nampak kacau untuk mempersiapkan kehidupan lain. Memberikan kesempatan untuk hal baik lain terjadi.

Betapa naifnya jika saya hanya mau menghargai semua hal yang baik dan teratur, tanpa menghormati ketidakbaikan dan ketidakteraturan. Jika ini namanya jatuh cinta, mungkin saya jatuh cinta pada Siwa yang menjelma kompos di pagi ini.

Om Namah Shivaya

Jun, 2021

Posted on my medium: https://asti-ayuningtyas.medium.com/dewa-siwa-menjelma-kompos-1bace6f35992

unsent

Those unsent messages

 told the truth no one could hear
 carried the weight no one would bear

Dec '20

Dream

Meet me

in my dream
as my soul screams
to get lost in your eyes agleam

Smile

I’ll go miles
to make you smile
in the night
because light
is too bright
for us dark creatures
lost in forbidden adventure

Jul’19

Home



"It's funny how at the end of everyday you tell people that you are going home, when you actually have lost your home for years and haven't found it since." Apr, 2019

Too Much To Ask

Sometimes,
All I need is a cuddle...

Kalimat

Aku bahagia,
meski hanya menjadi sebuah kalimat
dalam cerita hidupmu.

23 Jan '19

The Mask

Everyone wears (at least) a mask. Behind those masks are real people with real stories in which the pains and aches are well hidden. Getting to know a person is a dangerous game. You've got to let go of each other masks. Feel each other' pains. Only a person with a big heart can take all the pains. Only a person with a big heart can get to know many people. Only a person with a big heart surrounded by friends. And I don't have a big heart.

August '18

Raising Independent Kids

One of few values that I always try to teach my kids is to be independent. I knew that it would not be easy but I didn't realize that it really is not easy. I am not saying that my oldest kid is an independent kid now but in every occasion she always tries to do things on her own (like all other kids if we let them, I believe). There are some lessons learned I got from raising a Montessori kid who wants to be independent, which I think are relevant to workplace. Especially if your working environment encourages working teams to have authority in making decisions.

It Takes (A Whole Lot) Time

Putting the plate after meal to sink is an easy job for us adults. But for a 2-year-old, it is a long and challenging journey. I can just take the plate and put in on the sink and it will take me 10 to 15 seconds. While my little baby will need 1 to 3 minutes or even longer if she dropped the plate on the way. If I just compare 3 minutes to 10 seconds, of course the most efficient way is for me to do it. But then, she will lose her chance to learn to do it herself.  I'm not saving 2 minutes 50 seconds, but stealing her 3-minute chance to feel confident that she can do things adults can do.

It seems easy to allocate few minutes to let her learn. A long the way, when I had one of those days, when we all woke up late and I had morning con-call so I had to leave early but she insisted to wear her own clothes and took forever. That was the time when my commitment to teach her to be independent is being tested. I have to admit that in the time like that I feel embarrassed because I will persuade her to let me do things for her. To make it quick. That makes me realize that besides allocating enough time we also need preparation. That is our second lesson learned.

It Needs Preparation

One day, my baby and I were both frustrated and had spent 10 minutes yelled at each other. The reason is because she wanted to take off her clothes but she didn't know how to unbutton it. I had a chance to teach her how to zip but not how to button. So, she was mad because she didn't know how to take off her shirt but she also didn't want my help as she wanted to do it herself. At the end, she was frustrated and mad, and I decided to take her clothes off even though she cried like crazy.

So, besides allocating enough time for kids to do things their own pace, apparently I also need to prepare them with basic knowledge that will help them later on. The best way to do it is showing by example, and let them try with an "easier" version of a task.

It Pays Off

All the patience you gave, all the drama you got will at the end pay off. Looking at my kid giving her father's breakfast box brightens my day. 

So, letting your kids or your team at office to be independent is worth trying. But do not forget, it takes time, commitment and your help to teach them how to do it by example.


Gara-Gara Ahok

Note Facebook terakhir yang saya tulis ternyata Juni 2015. Sudah setahun lebih. Gara-gara Ahok, saya jadi tertarik lagi untuk komentar dan membuat Note. Kenapa? Karena Ahok sudah bikin saya galau di Pilkada Jakarta kali ini. Beberapa tahun belakangan ini, memang saya lebih merasa optimis jadi orang Indonesia. Setelah banyak pemimpin-pemimpin hebat dari berbagai daerah yang bermunculan, seperti Ridwan Kamil, Risma, Ganjar Pranowo dan tentu saja Jokowi & Ahok.

 Sebagai warga Jakarta, saya merasa puas dengan hasil kerja Ahok. Perubahaan konkrit yang saya rasakan diantaranya banjir di daerah Jakarta Pusat yang sudah jauh berkurang, malah hampir tidak ada di sekitar rumah. Selain itu, petugas kebersihan yang lebih tertib, taman-taman kota yang lebih terawat dan lainnya. Perubahan lainnya yang tak kalah penting adalah perubahan untuk mulai percaya bahwa Jakarta bisa menjadi tempat yang lebih baik. Siapa yang percaya sebelumnya bahwa pasar Tanah Abang yang ruwet dan penuh preman bisa jadi lebih teratur? Siapa yang sebelumnya percaya bahwa sungai yang kumuh bisa difungsikan kembali? Ahok berani melawan preman. Ahok berani membongkar kebiasaan lama untuk pasrah dengan keadaan. Ahok berani mengubah cara pandang kita untuk percaya bahwa kita bisa berubah menjadi lebih baik. Tapi Ahok bukan Tuhan. Dia punya banyak kekurangan. Ada beberapa hal yang saya tidak sukai dari dia. Tapi saya sudah menerima ahok sebagai Gubernur yang manusia, yang tidak sempurna.

Kenapa sekarang saya galau? Karena Anies Baswedan juga menjadi Cagub Jakarta. Saya juga pendukung Anies. Sepak terjangnya sudah tidak perlu dijelaskan. Silakan Google sendiri. Saya pun termasuk geng patah hati saat Anies diberhentikan sebagai Mendikbud. Saya galau dan senang secara bersamaan. Saya senang karena Ahok berhasil menaikan standard. He raised the bar so high that people carefully choose the right contenders. Jika Ahok bukan Gubernur saat ini, mungkin parpol tidak akan memberikan kesempatan kepada orang-orang hebat seperti Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Mungkin yang dicalonkan adalah orang-orang partai yang saya tidak peduli. Untung Ahok Gubernur saat ini, sehingga pilihan yang muncul adalah orang dengan track records hebat. Yang saya percayai.

Jadi, baik Ahok atau Anies yang terpilih nanti, saya akan tetap hepi. Saya berharap, standar pemimpin kita akan terus meningkat. Dan trend ini menyebar ke daerah lain di Indonesia juga. (Sept 16)

Fanfiksi Supernova - Perburuan Sang Penjaga



Hawa panas menyeruak lagi saat bus tua itu dipaksa melaju setelah lampu hijau menyala. Suara deru kepayahan mesin yang terbatuk-batuk mengganggu telinga siapapun yang mendengarnya, kecuali dia. Pikirannya terpaku pada satu nama: Bodhi. “Aku harus menemukannya.” Setelah gagal menghalangi Alfa untuk menemukan jalannya, ia harus segera menemukan “yang lainnya” sebelum mereka berkumpul.

Bus tua itu sampai di Kampung Rambutan. Dia bergegas turun dan mencari Bus tujuan Bandung. Badan tuanya membuat ia harus terengah-engah saat berjalan cepat. Kabar terakhir menyebutkan bahwa Bodhi akan bertemu dengan “titik” lainnya di Bandung. Dan jika mereka berhasil berkumpul, maka tugasnya di sini akan menjadi sia-sia.  

“Jangan biarkan mereka semua bertemu”. Hanya itu pesan yang ia jalankan segenap hati sejak pertama kali ia turun ke sini sebagai penjaga. Ia merasa bersalah karena tugasnya untuk mengawasi Alfa tidak mampu ia selesaikan. Kejadian di telaga itu benar-benar menghancurkan harga dirinya. Keberhasilannya menjadi penjaga selama ratusan tahun, membuatnya lengah. Meskipun hanya bertugas untuk mengawasi seorang peretas setiap satu waktu, semua penjaga mengetahui kesemuanya, dan ia tahu bahwa Bodhi-lah yang harus ia kejar. Karena Bodhi adalah akar dari segalanya. Dengan harapan ia akan mampu membantu penjaga lainnya untuk menghalangi Bodhi menyadari siapa dirinya, Ompu Togu Urat menuju kota kembang.

About me

Foto Saya
Cie
- writes everything coming to her mind - loves sleeping - wants to own a library - hates routine - loves the pleasure of discovery
Lihat profil lengkapku

Subscribe via Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

People Read the Blog

Visitor

hit counter